Rabu, 18 Februari 2015
Miss Sis
Rasanya sakit & iri ketika kita sedang dalam proses tiba-tiba harus mendengarkan curhat teman yang sedang mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa dalam hidupnya. Tapi mau tak mau kita juga tak bisa begitu saja lari atau acuh tak acuh. Tapi kembali lagi pada perjuangan kita. Yang terpenting adalah fokus & menikmati setiap detik prosesnya. Terus menyemangati diri & memantaskan diri untuk mendapatkan apa yang telah Allah hadiahkan kepada kita. Jalan hidup sudah ditentukan oleh Allah. Tinggal kita bagaimana menjalani & mensyukurinya. Berbanyak amal & berdoa semoga Allah selalu mendekap kita dengan kehangatannya.
Minggu, 08 Februari 2015
Serpihan Makna
Hari ini 8/2/15
Hari pertama setelah kepulangan Hansen. Sepi kian terasa, entah kenapa meski berbeda keyakinan aku tak mampu membendung kasih sayangku kepada paras mungil yang belum tertoreh dosa itu. Meski mamanya telah mengakui kemurtad-annya namun pengharapanku akan kesadaran terhadap kekhilafannya tak jua pupus. Akupun tak pernah berani menanyakan alasan mengapa dia menjadi murtad. Aku tak ingin terlalu ikut campur. Meski tak jarang juga kami saling bertukar cerita & pengetahuan tentang keyakinan masing-masing. Dia pecinta sejarah. Jadi banyak pengetahuan baru yang aku dapat. Terkadang itu membuatku tertarik untuk menyelami & mencari kebenaran sejarah peradaban terutama yang menyangkut keyakinan. Itu juga yg membuatku jadi menyukai sejarah & menyadarkanku akan masih dangkalnya pengetahuanku tentang agamaku sendiri. Motivasi yang luar biasa membuatku menuntut diri untuk belajar lagi...lagi...dan lagi...
Tapi sehari setelah kepulangannya ke jogja kini aku merasa gairah itu mulai hilang. Siapa lagi yg akan aku ajak berdiskusi? Siapa lagi yang akan menjadi lentera penyemangatku setiap pagi? Kini tak akan lagi aku temukan tangisan mungil itu, senyuman dari mulut kecil itu. Tatapan jernih dari indahnya mata itu. Kehilangan teramat menyesakkan dadaku saat ini. Goncangan emosi yang kapanpun bisa terjadi bagai bom yang setiap saat mengancam jiwa.
3 Buku trakhir yang aku beli sebelum kepulangannya, yang baru aku baca satu dan sampai saat ini belum menyelesaikannya. Akupun beranjak pada buku kedua yang baru aku baca beberapa halaman. Aku tersentak & merasa ada yang aneh. Kenapa aku membeli buku-buku ini? Kenapa dari sekian lama waktu yang aku punya untuk memilih buku, aku memilih ketiga buku ini? Aku amati benar-benar dari judul ketiga buku ini.
Aku tersadar, teramat baiknya Allah terhadap hambanya. Dia selalu memberikan apa yang hambaNya butuhkan bukan apa yang hambaNya inginkan. Sebelumnya aku telah menetapkan buku apa saja yang akan aku beli. Namun...
Hari pertama setelah kepulangan Hansen. Sepi kian terasa, entah kenapa meski berbeda keyakinan aku tak mampu membendung kasih sayangku kepada paras mungil yang belum tertoreh dosa itu. Meski mamanya telah mengakui kemurtad-annya namun pengharapanku akan kesadaran terhadap kekhilafannya tak jua pupus. Akupun tak pernah berani menanyakan alasan mengapa dia menjadi murtad. Aku tak ingin terlalu ikut campur. Meski tak jarang juga kami saling bertukar cerita & pengetahuan tentang keyakinan masing-masing. Dia pecinta sejarah. Jadi banyak pengetahuan baru yang aku dapat. Terkadang itu membuatku tertarik untuk menyelami & mencari kebenaran sejarah peradaban terutama yang menyangkut keyakinan. Itu juga yg membuatku jadi menyukai sejarah & menyadarkanku akan masih dangkalnya pengetahuanku tentang agamaku sendiri. Motivasi yang luar biasa membuatku menuntut diri untuk belajar lagi...lagi...dan lagi...
Tapi sehari setelah kepulangannya ke jogja kini aku merasa gairah itu mulai hilang. Siapa lagi yg akan aku ajak berdiskusi? Siapa lagi yang akan menjadi lentera penyemangatku setiap pagi? Kini tak akan lagi aku temukan tangisan mungil itu, senyuman dari mulut kecil itu. Tatapan jernih dari indahnya mata itu. Kehilangan teramat menyesakkan dadaku saat ini. Goncangan emosi yang kapanpun bisa terjadi bagai bom yang setiap saat mengancam jiwa.
3 Buku trakhir yang aku beli sebelum kepulangannya, yang baru aku baca satu dan sampai saat ini belum menyelesaikannya. Akupun beranjak pada buku kedua yang baru aku baca beberapa halaman. Aku tersentak & merasa ada yang aneh. Kenapa aku membeli buku-buku ini? Kenapa dari sekian lama waktu yang aku punya untuk memilih buku, aku memilih ketiga buku ini? Aku amati benar-benar dari judul ketiga buku ini.
Aku tersadar, teramat baiknya Allah terhadap hambanya. Dia selalu memberikan apa yang hambaNya butuhkan bukan apa yang hambaNya inginkan. Sebelumnya aku telah menetapkan buku apa saja yang akan aku beli. Namun...
Sabtu, 24 Januari 2015
Cahaya yang meredup
Ada apa dengan dirimu?
Tampak mulai tak bersemangat?
SedaNg meredupkah?
Ya...
Entah apa yang menjadikan seperti ini? Ternyata tanpa aku sadari. Aku tak suka dengan lingkungan yang terlalu nyaman. Aku menjadi lemah seketika terbuai oleh segala kenikmatan dunia.
Semakin banyaknya angan & impian membuatku terlena pada terlalu fokusnya menggapai semua. Tak lagi aku rasakan kedamaian seperti yang dulu. Dan saat semua telah menjauh. Aku terlalu terlambat untuk menyadarinya. Terlalu takut menentukan langkah & pilihan. Bahkan masih terlalu lemah berdiri pada keyakinan sendiri daripada mendengarkan opini & pandangan orang-orang disekitar.
Janganlah terlalu banyak bicara. Lakukan saja. Ikuti & hadapi semuanya. Mereka hanya penonton. Kamu yg memerankannya sepenuhnya. Mereka rekanmu. Sasaranmu & partner kerjamu. Tak lebih dari itu. Tak berhak sedikitpun atas dirimu...
Tampak mulai tak bersemangat?
SedaNg meredupkah?
Ya...
Entah apa yang menjadikan seperti ini? Ternyata tanpa aku sadari. Aku tak suka dengan lingkungan yang terlalu nyaman. Aku menjadi lemah seketika terbuai oleh segala kenikmatan dunia.
Semakin banyaknya angan & impian membuatku terlena pada terlalu fokusnya menggapai semua. Tak lagi aku rasakan kedamaian seperti yang dulu. Dan saat semua telah menjauh. Aku terlalu terlambat untuk menyadarinya. Terlalu takut menentukan langkah & pilihan. Bahkan masih terlalu lemah berdiri pada keyakinan sendiri daripada mendengarkan opini & pandangan orang-orang disekitar.
Janganlah terlalu banyak bicara. Lakukan saja. Ikuti & hadapi semuanya. Mereka hanya penonton. Kamu yg memerankannya sepenuhnya. Mereka rekanmu. Sasaranmu & partner kerjamu. Tak lebih dari itu. Tak berhak sedikitpun atas dirimu...
Kamis, 08 Januari 2015
Seteguk Madu
Telaga madu yg kalian persembahkan padaku
Tenangkan aku dari kehausan
Padang kasih sayang yg tak berbatas
Tenangkan aku dari rasa kesendirian & ketakutan
Selama aq masih memiliki keduanya tidak akan aq rasakan kekhawatiran...
Kuharap semua tetap ada meski daun pun akan layu & gugur
Ranting akan rapuh & lapuk
Tapi slalu akan tumbuh tunas baru di musim penghujan...
Asal tak datang badai cemburu & keserakahan untuk memiliki sepenuhnya tanpa mau berbagi
Aku akan selalu ada untuk kalian semua...
Sekuatku
Semampuku
Setulus hatiku
Akan selalu menyayangi & mengasihi serta berbagi untuk sesama...
Mungkin dengan pengasingan ini akan aku temukan Tuhan tanpa berdalih iman karena keturunan...
Iman karena seseorang yg disayang
Iman karena pengharapan pujian...
Tenangkan aku dari kehausan
Padang kasih sayang yg tak berbatas
Tenangkan aku dari rasa kesendirian & ketakutan
Selama aq masih memiliki keduanya tidak akan aq rasakan kekhawatiran...
Kuharap semua tetap ada meski daun pun akan layu & gugur
Ranting akan rapuh & lapuk
Tapi slalu akan tumbuh tunas baru di musim penghujan...
Asal tak datang badai cemburu & keserakahan untuk memiliki sepenuhnya tanpa mau berbagi
Aku akan selalu ada untuk kalian semua...
Sekuatku
Semampuku
Setulus hatiku
Akan selalu menyayangi & mengasihi serta berbagi untuk sesama...
Mungkin dengan pengasingan ini akan aku temukan Tuhan tanpa berdalih iman karena keturunan...
Iman karena seseorang yg disayang
Iman karena pengharapan pujian...
Minggu, 23 November 2014
Lilin Mungil
Selama harapan itu ada maka segalanya masih bisa teraih, Ibarat harapan adalah seberkas cahaya lilin mungil yang senantiasa kita lindungi maka ia yang akan senatiasa mampu menghidupkan lilin yang lainnya. Lilin perubahan iman, dan juga Cinta yang setiap saat bisa saja redup ketika kita lalai menjaganya.
Terkadang semangat itu hilang begitu saja terpatahkan oleh lelah
Terkadang iman itu melemah dengan tertutupi gemerlap tipu daya dunia fana
Terkadang cinta itu hilang kepercayaan begitu saja saat berhadapan dengan penghianatan
Manusia memang terlalu banyak maunya & terkadang menyebalkan, Susah untuk ditebak & mudah berubah-ubah. Tapi percaya atau tidak kita terus membutuhkan bantuan satu sama lain.
Sudahlah... tak perlu Egois & merasa sempurna ataupun serba bisa
Hilangkanlah sifat "Keakuan" pada dirimu, karena itu tak baik. terkadang kata bijak sederhana dianggap mudah & cenderung diremehkan. Namun taukah kamu pasti lebih sering sulit melakukannya.
Banyak hal yang sudah Tuhan tunjukkan sebagai pelajaran. Namun masih sering diri melakukan kekhilafan.
Waktu kecil pernah membayangkan hidup orang dewasa itu enak, mudah & menyenangkan. Sering juga bermain sambil mempraktikkan peran orang dewasa. Menikah, punya anak, suami bekerja, ibu dirumah mengasuh anak & memasak. Kadang berpikir kenapa orang dewasa terkadang mempersulit dalam memilih pasangan hidupnya. Bukankah harusnya simpel. Pilih satu & menjalani suka duka bersama. Kalau dapat suami yang sederhana maka bersabarlah, jika dapat suami kaya maka banyak beramallah. Diamana sulitnya? Bukankah sebenarnya sama saja? yang lebih berhak menilai kaya & miskin kan Tuhan?
Tapi setelah kini aku menginjak dewasa, aku baru mengerti. Dan ternyata saat kita belum siap dengan ilmu tentang hal yang kita hadapi, kita cenderung ragu & terlalu banyak pertimbangan karena takut salah dalam pilihan. Ingin rasanya bisa berpikir sesederhana waktu kecil dulu.
Senin, 27 Oktober 2014
Jika hidup adalah tentang apa yang kita pikirkan maka aku akan terus bepikir positif & yang baik-baik saja...
Jika hidup adalah untaian mimpi yang terwujud maka aku akan memimpikan yang indah-indah saja...
Jika hidup adalah ujian terhadap nyali kita maka aku akan memilih jalan yang terjal & tak semua orang mampu melaluinya...
Jika hidup adalah meraih pujian-pujian dari manusia maka aku akan diam saja. Takkan berbuat apa-apa & cukup melihat saja mereka yg telah mampu memenangkannya...
Jika hidup adalah untaian mimpi yang terwujud maka aku akan memimpikan yang indah-indah saja...
Jika hidup adalah ujian terhadap nyali kita maka aku akan memilih jalan yang terjal & tak semua orang mampu melaluinya...
Jika hidup adalah meraih pujian-pujian dari manusia maka aku akan diam saja. Takkan berbuat apa-apa & cukup melihat saja mereka yg telah mampu memenangkannya...
Aku Tak Suka
Teman-teman tau ini:
Klengkeng
Melon
Tomat
Wortel
Durian
Susu
Buah naga
Semua itu aku tak suka bahkan ingin muntah rasanya untuk mencoba memakannya...
Tapi suatu ketika aku berpikir. Sebagian orang menyukainya & bahkan menjadi favoritnya. Mereka makan tak ada masalah dengan kesehatan mereka. Justru mereka semakin sehat dengan makanan itu. Aku paksa makan pun mungkin takkan jadi masalah. Dan akupun takkan sampai mati jika memakannya.
Hingga muncul dalam benakku. Haruskah seumur hidup aku membenci makanan yang tidak bedosa itu? Tak bisakah aku seperti orang lain yang begitu mencintai itu semua?
Aku yakin akupun bisa menyukainya. Aku pasti bisa memakannya. Aku akan baik-baik saja & justru akan menjadi favoritku juga. Aku sangat yakin entah kapan itu pasti suatu saat aku bisa menyukainya...
Dan teman-teman tau semua itu terwujud. Semua menjadi favoritku skarang. Satu persatu rasa tak suka itu luruh & menghilang...
Semua karena keyakinan... Keyakinan & usaha yang kuat & tiada henti...
Klengkeng
Melon
Tomat
Wortel
Durian
Susu
Buah naga
Semua itu aku tak suka bahkan ingin muntah rasanya untuk mencoba memakannya...
Tapi suatu ketika aku berpikir. Sebagian orang menyukainya & bahkan menjadi favoritnya. Mereka makan tak ada masalah dengan kesehatan mereka. Justru mereka semakin sehat dengan makanan itu. Aku paksa makan pun mungkin takkan jadi masalah. Dan akupun takkan sampai mati jika memakannya.
Hingga muncul dalam benakku. Haruskah seumur hidup aku membenci makanan yang tidak bedosa itu? Tak bisakah aku seperti orang lain yang begitu mencintai itu semua?
Aku yakin akupun bisa menyukainya. Aku pasti bisa memakannya. Aku akan baik-baik saja & justru akan menjadi favoritku juga. Aku sangat yakin entah kapan itu pasti suatu saat aku bisa menyukainya...
Dan teman-teman tau semua itu terwujud. Semua menjadi favoritku skarang. Satu persatu rasa tak suka itu luruh & menghilang...
Semua karena keyakinan... Keyakinan & usaha yang kuat & tiada henti...
Langganan:
Postingan (Atom)